
MINGGU BIASA 18
Pkh. 1: 2; 2: 21-23
Kol. 3: 1-5.9-11
Luk. 12: 13-21
Waspada Terhadap Keserakahan
Anselmus DW Atasoge
Di bawah matahari yang sama, manusia bekerja, membangun, menimbun, dan bermimpi. Namun Pengkhotbah, sang filsuf bijak dari Kitab Qoheleth atau Pengkhotbah, mengingatkan kita dengan nada getir: “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.” Kata-kata ini bukan sekadar keluhan, melainkan pukulan lembut bagi hati yang terlalu terpikat pada dunia. Ketika hidup kehilangan arah ilahi, maka jerih payah pun menjadi debu yang beterbangan tanpa makna.
Rasul Paulus mengajak kita untuk melangkah keluar dari bayang-bayang manusia lama yang terikat pada nafsu, keserakahan, dan kebohongan serta mengenakan manusia baru yang bercahaya dalam Kristus. Hidup baru ini bukan sekadar perubahan perilaku, melainkan transformasi batin yang mengakar dalam kasih dan kebenaran. Kita diajak untuk hidup menurut gambar Sang Pencipta, bukan menurut bayangan dunia yang fana.
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara dengan tegas: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan.” Ia tidak menolak harta, tetapi menolak sikap yang menjadikan harta sebagai pusat hidup. Kisah orang kaya yang bodoh menjadi cermin bagi zaman kita: zaman di mana korupsi, penimbunan, dan kerakusan menjadi berita harian. Ia membangun lumbung-lumbung besar, tetapi lupa membangun ruang bagi sesama. Ia menabung untuk dirinya, tetapi lupa bahwa jiwa tidak bisa dibeli dengan gandum.
Keserakahan bukan sekadar soal jumlah, tetapi soal arah hati. Dan lawannya bukan kemiskinan, melainkan kedermawanan. Kristus telah menunjukkan jalan itu: Ia memecahkan diri-Nya seperti roti, membagikan hidup-Nya sampai habis di salib. Dalam Ekaristi, kita mengenang kurban itu dan diundang untuk melakukan hal yang sama: memecahkan “roti-diri” kita dalam pelayanan kasih. Kita dipanggil bukan untuk menimbun, tetapi untuk membagikan; bukan untuk menguasai, tetapi untuk melayani.
Maka marilah kita berdoa:
Tuhan, hidup kami adalah anugerah-Mu. Kami berasal dari tangan-Mu dan akan berpulang ke tangan-Mu jua. Bantulah kami menggunakan semua daya, talenta, harta dan anugerah yang telah kami terima sebagai sarana untuk berbuat baik menurut teladan Kristus, agar Nama-Mu dimuliakan dan semakin banyak orang dihantar kepada keselamatan. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.***
0 Comments