Mencari Makna ‘Siapakah Saya Sesungguhnya”
Dalam keheningan Sabtu sore, 19 Juli 2025, Gereja San Juan Lebao dipenuhi oleh semangat dan kerinduan anak-anak serta remaja yang datang bukan sekadar untuk berkumpul, melainkan untuk merenung dan mengenali makna terdalam dari keberadaan mereka. Dalam bingkai Program Pembinaan Iman Anak dan Remaja yang diselenggarakan oleh Karya Kepausan Anak Indonesia (KKI Paroki SanJuan Larantuka), tema yang diangkat kali ini begitu menggugah: “Siapakah Saya Sesungguhnya?” Sebuah pertanyaan yang sederhana namun menjalar hingga ke relung hati, yang mengajak para peserta menyelami sebuah kisah reflektif dari Injil Lukas 10:38–42 tentang dua perempuan yang kisahnya tak lekang oleh waktu: Maria dan Marta.
Di tengah rumah yang kedatangan Yesus, Maria memilih duduk mendengarkan sabda-Nya, sementara Marta sibuk mengurus segala keperluan. Dua pribadi dengan jalan berbeda, namun satu pesan terang diberikan oleh Sang Guru: Maria telah memilih bagian yang terbaik. Kisah ini menjadi cermin bagi anak-anak dan remaja untuk bertanya dalam hati, Apakah saya seorang Maria yang tenang dan haus akan firman, ataukah saya seorang Marta yang larut dalam kesibukan dunia?
Dengan suasana yang hangat dan penuh cinta, para pembina mengajak anak-anak menilik diri mereka dengan jujur dan penuh kasih. Lalu disampaikan kepada mereka dengan penuh keyakinan: Kalian adalah Maria masa kini. Bahwa setiap perayaan ekaristi, kalian memilih hadir dalam pelayanan misdinar, mengikuti pembinaan iman, dan meninggalkan hiruk-pikuk dunia maya demi satu hal—mendengarkan suara Tuhan. Dalam kesederhanaan itulah, tampak keteladanan yang luhur dan iman yang terus tumbuh.
Sebagai penutup kegiatan, sebuah pesan harapan disampaikan dengan lembut namun penuh kekuatan: Teruslah utamakan suara Tuhan dalam hidupmu. Jangan cemas dengan hal-hal duniawi, karena Tuhan yang kamu dengar adalah Tuhan yang mencukupkan segala sesuatu.(Susan Kelen).


0 Comments